Dia yang Tertulis (2)

Apakah setiap cinta adalah jodoh?

Rasa penasaran ini tak bisa ku tahan seperti bayi yang tak mampu menahan ngompol. Aku ingin mengetahui segala tentangmu. Hari ini permulaan dan tak ada akhir.

Maka naluri apa yang membawaku tersesat dalam roda waktu hingga begitu ingin melihatmu disana. Ku pacu motor silver itu dan memikirkan posisimu. Bagaimana tidak, aku masih hijau dibumi ini dan tak tahu apa-apa tentang kampus UT tempat dirimu menuntut ilmu.

Hanya intuisi dan segenap rasa ini, ku beranikan diri. Berharap melihatmu disana meski ku tahu engkau tak sendiri. Ada yang menemanimu, saat berangkat dan pulang nanti. Haruskah aku berhenti?

Aku masih tersesat dalam roda waktu

* * *

Ku dapati senyum itu lagi. Lega sudah hati ini. Aku telah melihatmu disana meski kedatanganku tak berarti apa-apa. Kau pun melambaikan tangan.

Aku kembali tersesat dalam roda waktu. Pelangi tetap mencintai mentari meski rembulan sungguh mempesona.

Harapku kian nyata. Nyata dalam asa. Kembalilah hati ini dalam raga yang membuana.

Mohon Kritik, Saran dan Koreksi...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s