Dia yang Tertulis

Cinta adalah sadar. Kesadaran yang meyakinkan bahwa kita insan. Maka cinta tak akan menjauh.

Aku tak pernah tahu tentang arti kata sakral itu kecuali ketika aku melihatnya disana. Entah apa yang dia lakukan namun dia tak menyadari telah membelakangiku. Aku telah melihatmu dengan baju putih dan rok panjang hitam itu.

Tak ada arti lebih padat. Aku hanya merasakan tentang pelangi ketika dia merindukan mentari. Sungguh walau rindu terpatri disana, rembulan tetap mempesona.

Keyakinan tentang jodoh tak harus ku temui sekarang. Aku harus kuliah dan mencapai targetmu. Namun tetap senyum itu menjadi milikku. Ku nikmati dan terpatri disini.

* * *

Kenapa saat ini engkau mempertanyakan lagi?
Tak ingatkah ketika aku memproklamirkan sajak itu setelah kita shalat ashar di mesjid kala itu. Dengan alis mata yang bergetar, dada bergemuruh, aku menyampaikan padamu tentang rasa gulana tanpa hadirmu.

Kau pun tersenyum dalam tanyaku.

Mohon Kritik, Saran dan Koreksi...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s