Menghimpit Malam

Dalam sajak rembulan menghimpit lengan malam
Meraup penat sampai kantuk nan kelabu
Masihku mencerna mimpi dalam lintas asa
Pada asap lamun nan membara

Apakah dia malam
Melibas kenangan setiap sore
Dari pangkuanmu langit terlihat jelas
Sebab fajar hanya menuntun sembab embun
Mimpi ini memaksaku
Berbicara nafsu ilusi
Maka malam ini para peri menyerah

(image:ownskin)

2 pemikiran pada “Menghimpit Malam

  1. Jangan berhenti berkarya. .

  2. puisi yang bagus Mas, cuma akhirnya mungkin yang perlu diralat “para peri menyerah “, diganti yang lain. karena peri itu kan fiktif nggak ada dalam kenyataan..
    barakallahu fiik..

Mohon Kritik, Saran dan Koreksi...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s