Shalat Idul Fitri 1432 H (foto)

Assalamu’alaykum wr wb

Berikut saya sajikan foto-foto suasana perayaan Idul Fitri 1432 H. Sekedar berbagi…

Pagi 1 Syawal 1432 H

Sepi banget ya… *hening*

Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Muba
Suasana sebelum shalat idul fitri..

Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Muba 2

Salam salaman jangan lupa ya.. Mohon maaf lahir dan bhatin

Salaman Usai Shalat

Suasana Usai Shalat Idul Fitri. Salam salam....

Suasana Usai Shalat Idul Fitri

Dan ini suasana dalam rumah dinas Wakil Bupati Muba

Menikmati Hidangan di Rumah Dinas Bupati Muba

_

Wassalam

Kurindu Malam Ini Untukmu Ibu

Original: Ownskin.com

Assalamu’alaykum wr wb

I realize I’m not a perfect son for you. Mistake is always among us. Forgive all my mistake. Happy Eid Mubarak 1432 H.

Maka malam ini kurindu padamu, dekapmu, genggammu yang mengelus kepala ini wahai ibu. Kata-kataku tak indah. Tak bermakna. Namun sulit menahan lara di jiwa. Wahai Ibu………

Dunia Mengeraskan Hati Bagi Jiwa – Jiwa yang Lalai

Kehidupan

Assalamu’alaykum wr wb

Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang.
Episode selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia sama sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam dan… mati.
Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras.
Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong, sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya.
Dengarkan lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembaliuntuk menemukan dan membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata dari lidah yang tiada berdzikir.

Lisan adalah anak kandung hati. Lisan mengikuti hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang baik, dan akan menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta hatinya maka ia akan semakin jauh dari cahaya Illahi.
Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan nafsu, sedang setan sebagai pengemudinya. Naudzubillah…

Maka tidak adalah keraguan atas firman Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman Dalam Az Zumar 22 : “Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”

Saudaraku…

Dalam sendiri, jujurlah pada diri, apakah kau merasa jauh dari Allah? Jika ya, mungkin saja keadaan hatimu sudah sedemikian mengeras. Dan pantaslah jika kau bersedih, sebab hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang paling keras, dan jika hati sudah mengeras maka indrawi pun terasa gersang. Hatimu yang keras bisa saja ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Maka Berhentilah!…

Sudahilah derita penyiksaan atas dirimu sendiri itu! Sudahilah semua kekacauan hidupmu yang diakibatkan kekerasan hatimu ini! Tidakkah kau kasihan melihat sampai seperti itu kau mendholimi dirimu sendiri?

Menyerahlah!…

Karena hanya Allah yang akan mengenyangkan batinmu dengan kebahagiaan. Bukankah itu yang selama ini kau cari? Menyerahlah kepada sang Maha Rahman, sumber kebahagiaan sejatimu.

Kembalilah!…

Kembalilah untuk berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak di pelupuk matamu, dan kau pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika hatimu senantiasa disuapi dzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, maka kau pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.
Bukankah selama ini kaupun tumbuh dalam kasih sayang dan kelembutan Allah Sang Maha Rahman, lalu mengapa kau tetap harus berkeras hati menyebarkan kekerasan dan kekasaran hati dan lisanmu kepada sesamamu? Tidakkah dapat kau rasakan kasih dari Tuhanmu?
Bukankah Allah juga mengkaruniakan akal kepada kita untuk menjadi manusia berhati lembut dan penuh kasih sayang? Lalu mengapa kau masih berkasar hati? ataukah sudah karena saking terlalu banyaknya dosa yang menutup sehingga cahaya hati terlalu susah untuk menyinari lagi?

continue reading….

__

Vol 14

Image: Ownskin

Yang tempatnya rimba semua, yang gedungnya tidak di ada catnya, yang isinya rebel bukan alakadarnya walau hanya dalam hitungan jari, sekampretonya hidup ini bukan sebuah lintas busuk.
Orang buta juga sadar, dimarkasnya sorang pahlawan yang juga pangeran yang pernah tipiskan kas penjajah, lamunan akan pentingnya keserasian hidup bersandar, dibawah panorama awan dan disamping pajangan bukit nyata, nama-nama lama tertera beserta mimpi dan misinya.
Akulah muslihat dalam pandangan yang menipu. Menyapu segala bentuk kebohongan yang teranggap tegap memecah keheningan.
Dan lalu jadilah bangkai dalam bingkai karat besi.

__
Sumber

Mewaspadai Kolaborasi Ulama dan Penguasa Zalim

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di hadapan Allah adalah orang yang paling bertaqwa.” (Qs. Al-Hujurat, 49:13)

Dewasa ini, sedikit orang yang menjadikan taqwa sebagai agenda hidupnya, yaitu menjalani hidup di bawah naungan syari’at Allah. Kebanyakan manusia, program hidupnya adalah hal-hal duniawiah: bisnisnya lancarnya, anak-anaknya dapat sekolah tingi, deposito bank terus bertambah, rumah dan kendaraan tercukupi dan semacamnya. Tidak berupaya, bagaimana menjadikan hidupnya bermakna untuk dunia-akhiratnya, dan menjadikan anak-anaknya hidup dewasa dalam ketaatan pada Allah Swt. Maka marilah kita bersungguh-sungguh di dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, semoga amalan kita di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu, kelak menjadi saksi yang menguntungkan dan meringankan beban kita di akhirat.

Sebagai Muslim, kita sangat merindukan kembalinya kejayaan Islam, agar dapat menciptakan dunia yang penuh kedamaian, kesejahteraan, kasih sayang, keadilan dan persatuan bagi segenap umat manusia. Berjuta-juta umat Islam dewasa ini siap menerima apapun yang sesuai dengan ajaran Islam, demi mendapatkan keridhaan Allah Swt.
Akan tetapi keinginan ini cepat berubah manakala diseru supaya melaksanakan syari’at Islam dalam urusan pribadi, keluarga, negara, relasi-relasi bisnis, lembaga pendidikan, dan di segala aspek kehidupan. Alasaannya: “Negara kita bukan Negara Islam, lebih baik kita abaikan dulu untuk sementara waktu menunggu momentum yang tepat agar kita tidak dicurigai.”
Kenyataannya, umat Islam masih suka menonton dirinya sendiri melalui tayangan musuh-musuh Islam. Umat Islam terombang ambing diantara penilaian orang lain. Bahkan, untuk menilai sesama saudara Muslim, apakah termasuk golongan radikal, moderat, ataukah liberal, kita menggunakan kacamata orang kafir. Padahal, selamanya orang-orang kafir tidak pernah menyukai Islam, dan akan terus membuat makar untuk mendiskreditkan dakwah Islam.

Baru-baru ini, orang-orang kafir kembali mendiskreditkan ajaran Islam. Pada bulan Juli 2011, parlemen Belanda mengesahkan UU larangan menyembelih hewan sesuai Syari’at Islam, dianggap melanggar hak asasi kehewanan. Penindasan terhadap umat Islam terus berlanjut. Di Prancis, Inggris, wanita muslimah dilarang mengenakan jilbab di tempat umum, dan sebelumnya di Swis dilarang membangun menara masjid. Sebelumnya, di California, AS, warganya dilarang khitan/sunat. Siapa saja yang melakukan sunat akan di denda seribu dollar. Sementara di Indonesia, kaum kesetaraan gender menuntut supaya pemerintah mengesahkan UU yang melarang sunat bagi wanita karena dianggap diskriminatif dan mengurangi kenikmatan seksual wanita.
Atas nama demokrasi, orang-orang kafir menggunakan otoritas negara untuk mendiskreditkan Islam dan memusuhi kaum Muslim. Diskriminasi seperti ini justru digunakan untuk mengintimidasi umat Islam, agar tidak mengamalkan syari’at Islam. Mereka menggambarkan, seolah-olah Islam adalah agama yang telah kehilangan relevansinya untuk terus dipertahankan di era globalisasi ini.

Anehnya, sikap orang-orang kafir terhadap Islam mempengaruhi sikap umat Islam terhadap agamanya sendiri. Sehingga, tokoh-tokoh Islam melakukan negosiasi kebenaran Islam, atas nama toleransi dan hak asasi. Mereka menetapkan manakah di antara ajaran Islam yang boleh dikerjakan dan mana yang harus dinegosiasi dengan orang-orang kafir. Dalam urusan ibadah mereka tidak ikut campur. Tapi jangan bicara jihad, karena itu sumber kekerasan. Jangan ngotot dengan formalisasi syari’at Islam, yang penting substansinya, tidak perlu negara Islam karena Rasulullah tidak pernah menentukan bentuk negara dan lain-lainnya.

Wahai kaum Muslimin, dengarlah firman Allah ini:
“Aku diperintahkan untuk membacakan Al-Qur’an kepada semua manusia: “Siapa saja yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, berarti dia telah mengusahan kebaikan bagi dirinya sendiri. Dan siapa saja yang menolak Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, maka katakanlah kepada mereka, “Aku diutus hanya untuk menyampaikan peringatan Allah kepada kalian.” (Qs. An-Naml, 27:92).

Fenomena yang kini sangat dominan membelenggu kaum Muslimin, bahwa menegakkan kehidupan berbasis Islam seakan ancaman bagi keutuhan negara. Ada juga di kalangan umat Islam yang salah paham terhadap ajaran Allah Rabbil Alamin. Bila Allah Swt memerintahkan suatu perbuatan tertentu, mereka menganggap akan merugikan dan menyusahkan hidupnya, sedang bila dilarang mengerjakan tindakan tertentu, justru melanggar larangan dianggap menguntungkan dirinya.

continue reading……

Manusia Bertanya Al Qur’an Menjawab

Assalamualaykum wr wb
Image: sudutinspirasi

Manusia bertanya : Bolehkah aku frustrasi?
Al Qur’an menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Al Qur’an menjawab : ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al- Baqarah : 286)

Manusia bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Al Qur’an menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al – Baqarah : 216)

Manusia bertanya : Kenapa aku diuji ?
Al Qur’an menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al- Ankabuut : 2). dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Al Qur’an menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat ALLAH. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat ALLAH, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Al Qur’an menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)

Manusia bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Al Qur’an menjawab : ….cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At- Taubah : 129)

Manusia bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Al Qur’an menjawab : Sesungguhnya ALLA telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At – Taubah : 111)

Sumber