Vol 14

Image: Ownskin

Yang tempatnya rimba semua, yang gedungnya tidak di ada catnya, yang isinya rebel bukan alakadarnya walau hanya dalam hitungan jari, sekampretonya hidup ini bukan sebuah lintas busuk.
Orang buta juga sadar, dimarkasnya sorang pahlawan yang juga pangeran yang pernah tipiskan kas penjajah, lamunan akan pentingnya keserasian hidup bersandar, dibawah panorama awan dan disamping pajangan bukit nyata, nama-nama lama tertera beserta mimpi dan misinya.
Akulah muslihat dalam pandangan yang menipu. Menyapu segala bentuk kebohongan yang teranggap tegap memecah keheningan.
Dan lalu jadilah bangkai dalam bingkai karat besi.

__
Sumber

Mohon Kritik, Saran dan Koreksi...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s