Hukum Istihza’ (Memperolok) ALLAH SWT dan Rasul-NYA

Bagaimana hukum orang yang memperolok-olok ALLAH atau Rasul-NYA atau salah satu sunnah Rasulullah SAW?

Syekh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin (dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilah al-Syekh Ibn ‘Utsaimin 2/155-156) menjawab:

Memperolok-olok ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau salah satu sunnah Rasul-NYA adalah perbuatan kufur dan murtad yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Berdasarkan firman ALLAH:

“Dan sungguh jika kalian bertanya kepada mereka, maka mereka akan mengatakan: Kami hanya bersenda gurau dan bermain-main. Katakanlah (wahai Muhammad): Apakah dengan ALLAH dan ayat-ayatNYA serta Rasul-NYA kalian memperolok-olok? Janganlah kalian meminta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah beriman.” (al-Taubah: 65-66)

Maka setiap yang berolok-olok dengan ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, maka sesungguhnya dia telah kafir dan murtad. Ia harus bertaubat kepada ALLAH SWT

(dikutip dari “Muslimah Cantik, Akidahnya Benar” halaman 136 karya Syekh ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz, dkk)

___
baca juga:
Tidak, Kamu Kafir!.

Iklan