Reply Buku Tamu

Assalamu’alaykum wr wb

*lagi di warnet*
Yay! Tulisan ini dikerjakan via desktop, ga via mobile seperti biasanya. Ini penting untuk diberitakan demi melupakan sejenak asal muasal istilah sudsidi BBM.
Mungkin yang yang teramat penting adalah mereplay semua salam yang masuk di Buku Tamu. Baiklah mari kita mulai mamfaatkan waktu langka ini. Bismillah….

Iklan

Berburu Gazelle

Assalamu’alaykum wr wb

Hijriyan

Beberapa waktu lalu saya sempat mewawancarai seorang pemburu ekstrem. Apa yang jadi target buruan dan cerita seru petualangannya cukup menarik untuk disimak.

Jadi mak mane ceritenye?
Tiga bulan yan ku nuntut kereto ikak. Kilo (ke ilo) kulu (ke ulu), ke laut ke darat, akhirnye ku ketemuke di suatu bengkel. Bengkel itu namenye “Bengkel A*o”.

Alamatnye?
Alamatnye Kampung I

Trus?
Cerito kali cerito, nah ujonye ade lokak kereto, “ade yang gek nenekku”. Jadi ku jingok ke tempat die. Petang-petang jingok die, liat barang e, nilik barang e tu yan….

Barang ape?
Sepeda tu…

Ohh.. Sepeda
Lah ku tilik sepeda tu yan, rengke! Jadi waktu malam-malam langsung jingok die. Di panjar lime ratus. Besoknye baru bayar due juta.
Ceritonye kereto itu, kate urang yang tuannye yan ek…

Siape name tuannye?
Itu.. Al.. K**ir **n*ir. Ohh.. Haji K**ir **n*ir. Haji K**ir **n*ir ek…

Hm.. Trus?
Tetah die jangan dijual. Tapi ujo anak-anaknye kalau dak dijual amalnye dak bejalan. Jadi sen due juta setengah tu dikasihnye di mesjid separo, separonye di bikin jalan. Itulah sekilas ceritonye. Itulah yan. Dem!

___
Wassalam

Mengungkap Rahasia Senandung Galau Malam Ini

Suaranya mirip chainsaw. Melengking panjang, meluluhkan jiwa-jiwa fana. Mendayu-dayu bak rintihan penyanyi sariosa di konser akhir bulan.
Suara aneh itu entah ditimbulkan dari mana saya gagal menemukan jawaban sesaat itu. Dan suara itu melengking lagi.

Maka saya meletakkan ponsel di sudu balkon tanpa mempausekan game yang sedang saya mainkan. Suara itu benar-benar berhasil membuat saya galau beserta ngeri.

Anehnya suara itu begitu menyengak tapi terdengar jauh. Sumber suara bukan sekitar sini. Saya yakin sejak suatu itu merambat menuju gendang telinga. Inilah namanya ilusi telinga?

Usut punya kusut, jeli bin teliti dan mencari-cari lagi, ternyata suatu itu memang bersumber dari jarak yang tak jauh dari posisi saya sesaat itu. Sangat dekat sekali. Di ujung kaki!

Saya terperanjat.

* * *

uwir-uwir

Ternyata Uwir-uwir, sosok makhluk yang sukses membuat saya blingsatan sesaat itu.
Profil si uwir-uwir dapat di dilihat di sini http://www.wikipedia.org/wiki/Tonggeret

Andai browser ponsel saya ga crash mungkin tulisan ini akan terbaca agak lebih bermutu.

Hukum Istihza’ (Memperolok) ALLAH SWT dan Rasul-NYA

Bagaimana hukum orang yang memperolok-olok ALLAH atau Rasul-NYA atau salah satu sunnah Rasulullah SAW?

Syekh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin (dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilah al-Syekh Ibn ‘Utsaimin 2/155-156) menjawab:

Memperolok-olok ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau salah satu sunnah Rasul-NYA adalah perbuatan kufur dan murtad yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Berdasarkan firman ALLAH:

“Dan sungguh jika kalian bertanya kepada mereka, maka mereka akan mengatakan: Kami hanya bersenda gurau dan bermain-main. Katakanlah (wahai Muhammad): Apakah dengan ALLAH dan ayat-ayatNYA serta Rasul-NYA kalian memperolok-olok? Janganlah kalian meminta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah beriman.” (al-Taubah: 65-66)

Maka setiap yang berolok-olok dengan ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, maka sesungguhnya dia telah kafir dan murtad. Ia harus bertaubat kepada ALLAH SWT

(dikutip dari “Muslimah Cantik, Akidahnya Benar” halaman 136 karya Syekh ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz, dkk)

___
baca juga:
Tidak, Kamu Kafir!.

Penyesalan Lagi Maaf Lagi

ownskin.com

Saya gagal menahan emosi. Sadar saya kalap setelah jantung ini berdetak hebat, menguncang rongga, menandai tubrukan amarah nan tak terkira. Saya sangat bodoh. Seluruh alam berhak memaki saya!

Sebagai kakak…ya sebagai kakak seharusnya saya tak begitu mudah terpeleset oleh gejolak emosi ini. Dada saya lebih lebar. Tentu sabar harus kian kekar. Tapi sekali lagi seluruh alam berhak memaki saya setelah canda tawa yang berakhir pertengkaran malam ini.

Mestinya saya sadar, sebagai kakak.
Mestinya saya ingat, mesti mengalah.
Mestinya saya tau saya bodoh…

Astaghfirullah….

Hubungan Gelap Syiah dengan Yahudi

israel

Islam tetap lah satu sedangkan Syiah bukanlah Islam. Syiah ajaran yang menyempal dari Islam. Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdulloh berkata, bahwa ImamMalik berkata: “Orang yang mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam”. Maka itu Syiah lebih pas disebut aliran.

Istilah Sunni atau Syi’i (Syiah) pun tidak ada sebelumnya. Kedua istilah itu baru muncul setelah Sayyidina Ali menjadi khalifah dan lebih kuat lagi ketika Sayyidina Husain terbunuh. Adapun pada perkembangannya, nama Sunni kemudian hadir untuk merespon lahirnya Syiah agar tidak disamakan dengan golongan Syi’ah yang membonceng nama Islam.
Untuk melihat vonis kafir terhadap seorang yang berada dalam lingkaran Syi’ah kita harus jeli, sebab banyak umat yang masuk ke Syiah awam akan kesesatan aliran ini.

Kita ketahui bersama Syiah kerap mendakwahkan alirannya lewat jalan taqiyyah. Mereka tidak berani tampil vulgar dengan doktrin aslinya bahwa Al- Qur’an yang ada terdapat pengurangan dan tidak otentik. Bahwa Ahlussunnah dimata orang syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya. Dan masih banyak lagi. Namun ulama-ulama Syiah bahkan Khomeini sekalipun sudah jelas kafir karena menyatakan dirinya ma’sum.
Oleh karenanya Imam Bukhori dalam Kholgul Afail halaman 125, pernah berkata, “Bagi saya sama saja, apakah aku sholat dibelakang Imam yang beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani. Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.”

Syiah Memusuhi Yahudi?
Jangan mudah juga percaya bahwa Syiah itu betul-betul memusuhi Yahudi. Kehidupan Yahudi di Iran pun tenang-tenang saja, mereka diberi hak-haknya. Tidak ada tanda permusuhan dari seorang Ahmadinejad. Bahkan Iran adalah negara di Timur Tengah yang menampung Yahudi terbanyak setelah Israel dengan jumlah populasi yang mencapai 50.000 orang dan tersebar di tiga kota, Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Berbeda dengan sunni yang mengalami penindasan.

Sunni Iran mengalami penekanan yang sistematik selama bertahun-tahun. Pemimpin mereka, seperti Ahmed Mufti Zadeh dan Syeikh Ali Dahwary, dipenjarakan kemudian dibunuh. Pemerintah Iran juga menghancurkan masjid-masjid kaum Sunni, bahkan adzan kaum Sunni pun dilarang oleh pemerintah Iran.
Hebatnya, seakan berbanding terbalik, Sinagog Yahudi justru banyak bertebaran di seantero Iran, di Teheran sendiri ada 10 tempat ibadah kaum Yahudi laknatullah tersebut. Mereka aman, sejahtera, dan sentosa.

Situasi kegetiran kaum Sunni Iran pun sangat menyedihkan. Mereka hidup di pinggiran dan perbatasan. Sementara kaum Syiah dan Yahudi menghuni kawasan kota-kota besar di Iran. Apa arti dari ini semua? Apakah betul Syiah memusuhi Yahudi?

Hubungan kekerabatan ini amat wajar sekali terjalin, karena Syiah sendiri adalah hasil makar Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi gembong munafik yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman yang geram melihat Islam tersiar dan tersebar di jazirah Arab, di Imperium Romawi, negeri-negeri Persia sampai ke Afrika dan masuk jauh di Asia, bahkan sampai berkibar di perbatasan-perbatasan Eropa.
Maka itu tak heran pula ajaran Syiah mirip dengan Yahudi. Sebagai contoh Orang Yahudi mengatakan yang layak memegang kekuasaan adalah keluarga Dawud. Sedangkan kata Syi’ah tidak layak menduduki imamah (kekuasaan) kecuali anak turun’Ali bin Abi Thalib (Ahlul Bait).
Yahudi mengganti kitab Tauratdengan talmud, sedangkan Syiah merubah kitab suci Al-Qur’an dengan al-Jamiah, al-Jufr dan Mushaf Fatimah.

Hubungan Syiah dan Zionis Israel
Beberapa waktu lalu seorang Ulama Syiah sempat membuat pernyataan mengejutkan. Menurut Ulama Syiah Mahmud Nubia, bahwa penasehat teras atas Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei, menyatakan bahwa Iran harus memiliki “hubungan yang bersahabat” dengan Negara Yahudi, namun Ahmadinejad menahan diri dari posisi ini di depan umum karena pemimpin tinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei sangat keberatan dengan hal ini.
Nubia lebih lanjut menyatakan bahwa Presiden Iran secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa ia mendukung pernyataan Mashaei, tapi tidak bisa berkata apa-apa karena menghormati pemimpin tertinggi Syiah Iran, Ali Khamenei.

baca lebih lengkap….
___
Image Source.