Blog yang Lahir Tapi Tak Pernah Terbit 2

Assalamu’alaykum wr wb

Hari ini, saya dapat email dari Blogger bahwa blog saya yang yang lahir tapi tak pernah terbit tidak jadi dibanned setelah review dari Team Google.

Hello, We have received your appeal regarding your blog http://***.blogspot.com/ . Upon further review we have determined that your blog was mistakenly marked as a TOS violator by our automated system and, as such, we have reinstated your blog. We apologize for any inconvenience this may have caused in the meantime and thank you for your patience as we completed our review process. Thank you for for understanding. Sincerely, The Blogger Team

Ya oro opo-opo. Sistem Google mungkin terlalu canggih sehingga mengidentifikasi kerja peramban versi beta sebagai bentuk aktivitas mencurigakan. Dan kemaren browser versi beta itu telah saya hapus.

Thanks Google and Me! 😉

Ga Etis Rasanya…

Assalamu’alaykum wr wb

Saya selalu gagal mengerti mengapa sebagian orang-orang yang saya kenal memiliki kebiasaan atau hobi atau sebut saja sikap yang mana mereka kerap menanyakan siapa dan aktivitas apa yang sedang dilakukan orang lain di toilet ketika orang itu juga memiliki kepentingan alamiah ke toilet?

Sederhananya gini..
Orang-orang yang saya maksud itu mungkin bisa dibilang paranoid. Kenapa? Mereka selalu saja menanyakan atau wawancara kepada orang yang sedang berada di toilet, karena dia juga pengen ke toilet.

“Hei siapa didalam (toilet), ngapain? Jangan lama!”

Sehingga saya berpikir bahwa ini mubazir dan ga efektif. Selain itu pertanyaan seperti itu juga menunjukkan kebodohan kelemahan daya analis si penanya. Emang penting banget ya untuk mengetahui si orang di dalam toilet dan aktivitas mereka?

Toh walau kita menyuruh mereka supaya tidak berlama-lama didalam toilet, jelas sebenarnya mereka juga ga mau lama di dalam sana. Emang ada yang betah lama di dalam toilet ya?

Menurut kamu, etis ga sih kita menanyakan tentang siapa dan aktivitas apa, orang-orang yang berada didalam toilet?

Blog yang Lahir Tapi Tak Pernah Terbit

Assalamu’alaykum wr wb
Tentu kita mesti peduli kepada suara hati nan kian membisikkan arti. Namun kali ini saya mengingkari dan resikonya langsung saya terima seketika.

Hari ini saya baru saja beli kartu gsm baru karena didorong rasa ingin tahu kelebihan operator tersebut dalam hal konektivitas browsing di web. Motivasi utama sebenarnya ialah saya ingin mendownload browser teranyar dari UC Web yakni Uc Browser 8.2 beta untuk ponsel java. Ya saya pun blogging melalui ponsel type java ini.

Singkat cerita, seharusnya saya ingat bin sadar, browser dari China ini kadang tak aman. Entah masalah enkripsi data atau bagaimana saya juga gagal memahami, dari versi sebelumnya sering kali terjadi kalo menggunakan browser ini untuk membuka akun personal kita di berbagai situs web, membuat situs web tersebut mengindentifikasi bahwa akun kita diakses dari cara dan lokasi yang tidak aman! Intinya Uc Browser diidentifikasi sebagai peramban yang berbahaya.

Lalu email saya pun dibajak!

*hening*

Sebenarnya sih bukan dibajak. Google aja yang menganggap email saya telah diakses dari media yang tak dikenal lalu secara otomatis menguncinya. Lalu saya bisa apa coba selain memverifikasi ulang dan menjalani serangkaian langkah konfirmasi demi meyakinkan pihak Google bahwa email sedang baik-baik saja.

Maka mulailah saya memverifikasi email saya dengan cara meminta kode konfirmasi via nomor ponsel. Kalo Twitter bilang sih gini “just make sure you are a human”. Dan kalo Google bakal ngomong gini, “Kami ingin memastikan alamat email ini benar kepunyaan Anda dengan mencocokkan nomor ponsel Anda saat ini dengan saat Anda pertama kali mendaftar”. Ribet deh…

Karena ponsel java ga bisa multitasking maka saya ga mau menerima opsi pemulihan email dengan cara menerima kode konfirmasi via sms. Jadi saya pengen ditelpon oleh pihak Google saja.

Singkat cerita, pihak Google menelpon saya dengan mekanisme private number. Skeptis banget ya… Takut di miscall balik kayaknya 🙂

Kisah sedih di hari minggu ini bukan tentang email saja ternyata. Tapi juga tentang blog yang baru saja lahir tapi langsung tewas seketika,

Bersambung dulu deh…..

>browser ponsel mulai crash kayaknya..

Reply Buku Tamu

Assalamu’alaykum wr wb

*lagi di warnet*
Yay! Tulisan ini dikerjakan via desktop, ga via mobile seperti biasanya. Ini penting untuk diberitakan demi melupakan sejenak asal muasal istilah sudsidi BBM.
Mungkin yang yang teramat penting adalah mereplay semua salam yang masuk di Buku Tamu. Baiklah mari kita mulai mamfaatkan waktu langka ini. Bismillah….

Berburu Gazelle

Assalamu’alaykum wr wb

Hijriyan

Beberapa waktu lalu saya sempat mewawancarai seorang pemburu ekstrem. Apa yang jadi target buruan dan cerita seru petualangannya cukup menarik untuk disimak.

Jadi mak mane ceritenye?
Tiga bulan yan ku nuntut kereto ikak. Kilo (ke ilo) kulu (ke ulu), ke laut ke darat, akhirnye ku ketemuke di suatu bengkel. Bengkel itu namenye “Bengkel A*o”.

Alamatnye?
Alamatnye Kampung I

Trus?
Cerito kali cerito, nah ujonye ade lokak kereto, “ade yang gek nenekku”. Jadi ku jingok ke tempat die. Petang-petang jingok die, liat barang e, nilik barang e tu yan….

Barang ape?
Sepeda tu…

Ohh.. Sepeda
Lah ku tilik sepeda tu yan, rengke! Jadi waktu malam-malam langsung jingok die. Di panjar lime ratus. Besoknye baru bayar due juta.
Ceritonye kereto itu, kate urang yang tuannye yan ek…

Siape name tuannye?
Itu.. Al.. K**ir **n*ir. Ohh.. Haji K**ir **n*ir. Haji K**ir **n*ir ek…

Hm.. Trus?
Tetah die jangan dijual. Tapi ujo anak-anaknye kalau dak dijual amalnye dak bejalan. Jadi sen due juta setengah tu dikasihnye di mesjid separo, separonye di bikin jalan. Itulah sekilas ceritonye. Itulah yan. Dem!

___
Wassalam

Mengungkap Rahasia Senandung Galau Malam Ini

Suaranya mirip chainsaw. Melengking panjang, meluluhkan jiwa-jiwa fana. Mendayu-dayu bak rintihan penyanyi sariosa di konser akhir bulan.
Suara aneh itu entah ditimbulkan dari mana saya gagal menemukan jawaban sesaat itu. Dan suara itu melengking lagi.

Maka saya meletakkan ponsel di sudu balkon tanpa mempausekan game yang sedang saya mainkan. Suara itu benar-benar berhasil membuat saya galau beserta ngeri.

Anehnya suara itu begitu menyengak tapi terdengar jauh. Sumber suara bukan sekitar sini. Saya yakin sejak suatu itu merambat menuju gendang telinga. Inilah namanya ilusi telinga?

Usut punya kusut, jeli bin teliti dan mencari-cari lagi, ternyata suatu itu memang bersumber dari jarak yang tak jauh dari posisi saya sesaat itu. Sangat dekat sekali. Di ujung kaki!

Saya terperanjat.

* * *

uwir-uwir

Ternyata Uwir-uwir, sosok makhluk yang sukses membuat saya blingsatan sesaat itu.
Profil si uwir-uwir dapat di dilihat di sini http://www.wikipedia.org/wiki/Tonggeret

Andai browser ponsel saya ga crash mungkin tulisan ini akan terbaca agak lebih bermutu.

Hukum Istihza’ (Memperolok) ALLAH SWT dan Rasul-NYA

Bagaimana hukum orang yang memperolok-olok ALLAH atau Rasul-NYA atau salah satu sunnah Rasulullah SAW?

Syekh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin (dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilah al-Syekh Ibn ‘Utsaimin 2/155-156) menjawab:

Memperolok-olok ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau salah satu sunnah Rasul-NYA adalah perbuatan kufur dan murtad yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Berdasarkan firman ALLAH:

“Dan sungguh jika kalian bertanya kepada mereka, maka mereka akan mengatakan: Kami hanya bersenda gurau dan bermain-main. Katakanlah (wahai Muhammad): Apakah dengan ALLAH dan ayat-ayatNYA serta Rasul-NYA kalian memperolok-olok? Janganlah kalian meminta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah beriman.” (al-Taubah: 65-66)

Maka setiap yang berolok-olok dengan ALLAH SWT atau Rasul-NYA, atau dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, maka sesungguhnya dia telah kafir dan murtad. Ia harus bertaubat kepada ALLAH SWT

(dikutip dari “Muslimah Cantik, Akidahnya Benar” halaman 136 karya Syekh ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz, dkk)

___
baca juga:
Tidak, Kamu Kafir!.